Mengenai Ilmu

Kata Mahfudzah : Ilmu yang tidak di amalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.

Selasa, 24 Januari 2012

Makalah Penyakit Menular Seksual


PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
HIV/AIDS
DI
S
U
S
U
N
Oleh :
SABARDI





 











FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
BANDA ACEH
2012








DAFTAR ISI

                                                                                                                          halaman
                                                                                                          
KATA PENGANTAR .....................................................................................       i
DAFTAR ISI .....................................................................................................       ii

BAB I   PENDAHULUAN ...............................................................................       1
A. Latar Belakang ................................................................................        1
B. Rumusan Masalah.............................................................................        5
C. Tujuan Penulisan...............................................................................        5
D. Manfaat Penulisan............................................................................        5
           
BAB II TINJAUAN TEORITIS......................................................................                  6
A. Definisi HIV/AIDS..........................................................................        6
B. Penyebab HIV/AIDS .......................................................................        7
C. Tanda dan Gejala HIV/AIDS...........................................................        8
D. Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS..................................        9

BAB III PENUTUP............................................................................................        11
6.1    Kesimpulan ...................................................................................      11
6.2    Saran..............................................................................................      11                   

DAFTAR PUSTAKA
GAMBAR 



KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kelompok panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nyalah kelompok dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “HIV/AIDS”. kelompok menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik isi maupun susunan dan bahasanya, maka dari itu kelompok sangat mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun.
Makalah ini disusun dengan maksud memenuhi salah satu syarat dalam pembelajaran di Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Dalam penyusunan makalah ini kelompok banyak mendapat bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Untuk itu perkenankan penulis mengucapkan terima kasih  kepada Ns. Wirda Hayati, M.Kep, Sp.Kom. pemegang mata kuliah ini yang telah memberikan bimbingan dan arahan dengan penuh keiklasan dan kesungguhan dalam penyelesaian makalah ini.
Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua khususnya kepada pembaca. Semoga Allah SWT memberikan Rahmad dan Hidayah-Nya kepada kita semua.
Amin…………. Ya rabbal alamin.

Banda Aceh,  Januari 2012



 ( Sabardi )





 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
UNAIDS (United Nation Accuirred Immune Deficiency Sindrome) dan WHO (World Health Organization) memperkirakan bahwa AIDS (Accuirred Immune Deficiency Sindrome)  telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa sejak pertama kali diakui tahun 1981, membuat AIDS sebagai salah satu epidemik paling menghancurkan pada sejarah. Meskipun baru saja akses perawatan antiretroviral bertambah baik di banyak region di dunia, epidemik AIDS diklaim bahwa diperkirakan 2,8 juta (antara 2,4 dan 3,3 juta) hidup di tahun 2005 dan lebih dari setengah juta (570.000) merupakan anak-anak (BKKBN, 2005).
Analisa HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Accuirred Immune Deficiency Sindrome) National Putu Oka Sukanta berpendapat mayoritas pengidap HIV/AIDS akibat hubungan seks bebas dan mengkonsumsi narkoba dengan jarum suntik yang berganti-ganti. Apabila tindakan ini tidak ditanggapi secara dini maka akan menjadi ancaman bagi Bangsa Indonesia (BKKBN, 2005).
Secara global, antara 33,4 dan 46 juta orang kini hidup dengan HIV. Pada tahun 2005, antara 3,4 dan 6,2 juta orang terinfeksi dan antara 2,4 dan 3,3 juta orang dengan AIDS meninggal dunia, peningkatan dari 2003 dan jumlah terbesar sejak tahun 1981 (BKKBN, 2005).
Jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia meningkat sangat cepat sejak ditemukan pertama kalinya tahun 1987 di Bali. Data dari DEPKES sampai dengan 30 juni 2001, secara kuantitatif di Indonesia tercatat 1572 kasus infeksi HIV dan 578 kasus AIDS. Diperkirakan data ini sangat kecil dari kenyataannya karena Indonesia belum melakukan pemeriksaan HIV secara massal (BKKBN, 2005).
Sementara itu secara  komulatif pengidap HIV dan kasus AIDS yang dilaporkan tanggal 1 Oktober 1987 s/d 31 Desember 2008 adalah HIV: 6554, AIDS: 16110, sehingga jumlah penderita seluruhnya kini mencapai 22664 kasus, dan jumlah kematian mencapai 3362. Dan dari sekitar 5000 kasus HIV/AIDS di seluruh Indonesia merupakan kelompok anak-anak dan remaja. Sementara pengidap infeksi HIV dan kasus AIDS yang dilaporkan tanggal 1 januari s/d 31 Desember 2008 adalah HIV: 489, AIDS: 4969, sehingga jumlah penderita seluruhnya kini mencapai 5458 kasus (Ditjen PPM & PL Depkes RI, 2009).
Prilaku pergaulan bebas dikalangan remaja semakin mengkhawatirkan sampai dengan Desember 2008, dilaporkan ada penambahan 4 kasus AIDS di NAD (Nanggro Aceh Darussalam), 121 kasus di Jawa Tengah, 183 kasus di Sumatera Utara, 117 kasus di Yogyakarta, 20 kasus di Sumatera Barat, 66 kasus di Jawa Timur, 29 kasus di Sumatera Selatan, 308 kasus di Bali, 13 kasus di Bengkulu, 34 kasus di Nusa Tenggara Barat, 28 kasus di Bangka Belitung, 2 kasus di Kalimantan Tengah, 6 kasus di Kepulauan Riau, 44 kasus di Sulawesi Utara, 54 kasus di DKI Jakarta, 2 kasus di Sulawesi Tenggara, 3 kasus di Banten, 1 kasus di Maluku, 285 kasus di Jawa Barat, 88 kasus di Papua 88 (Ditjen PPM & PL Depkes RI, 2009).
Komisi penanggulangan HIV/AIDS menyatakan bahwa di Aceh memprediksikan bahwa jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 1.300 orang. Angka ini diperkirakan berdasarkan skala perbandingan bahwa satu penderita yang terdeteksi mewakili 100 penderita lain yang tidak terungkap. Adapun daerah temuan kasus HIV/AIDS di Aceh terdiri dari Aceh Besar 1 orang, Bireuen 1 orang, Aceh Timur 1 orang, Lhokseumawe 1 orang, Aceh Tamiang 1 orang, Pidie 1 orang, Aceh Utara 2 orang, Simeulue 2 orang, Aceh Selatan 1 orang, Langsa 3 orang, Aceh Barat 2 orang dan Aceh Tengah 1 Orang (Serambi Indonesia, 2007).
Jika dilihat dari Laporan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) menunjukan bahwa jumlah perkembangan penderita HIV/AIDS di dunia setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu 11,5% dimana pada tiap tahunnya tercatat 7.651.432 juta orang penderita, sedangkan di Indonesia jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 16.810 orang (KPA, 2008 : 3).
Dari data yang sudah terungkap bahwa penyebaran penyakit HIV/AIDS tidak hanya melalui hubungan seks, tapi faktor resiko yang paling besar adalah melalui jarum suntik, yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang kecanduan narkotika. Kasus HIV/AIDS di Aceh melalui terungkap pada tahun 2004, yakni hanya 1 kasus, kemudian terus meningkat. Kasus HIV/AIDS ini merupakan fenomena gunung es, yaitu hanya terlihat bagian atasnya saja, sedangkan bagian bawahnya yang besar tidak kelihatan, namun KPAP (Komisi Penanggulangan Aids Pusat) Aceh mulai dari tingkat Propinsi sampai Kabupaten dan Kota terus melakukan pencegahan dan penyuluhan tentang penyakit HIV/AIDS (Anonimous, 2009, Hal : 4).
Provinsi NAD merupakan salah satu Provinsi yang mempunyai potensi penularan HIV/AIDS dimasa mendatang, hal ini dapat dilihat bahwa jumlah pengidap HIV/AIDS di Provinsi NAD sampai 23 orang. Sedangkan Kabupaten Aceh Timur merupakan salah satu Kabupaten yang mempunyai penderita terbanyak yaitu sebanyak 3 orang, dimana 2 dari 3 penderita adalah remaja (KPA, 2008 : 3).
Kecenderungan saat ini pengetahuan remaja sudah cukup baik, hal ini diketahui dari tingkat pendidikan yang dimiliki oleh para remaja, akan tetapi pengetahuan yang dimiliki umumnya disalah gunakan sehingga akan merugikan diri mereka sendiri diantaranya adalah melakukan seks bebas dengan batasan yang mereka ketahui. Sedangkan sikap umumnya remaja cukup pro aktif terhadap penyakit menular dan hal ini terlihat dari adanya rasa takut remaja setelah melakukan perilaku seks.
Remaja tidak dapat melindungi diri mereka sendiri jika mereka tidak mengerti fakta-fakta mengenai HIV/AIDS. Para remaja harus mempelajari faktanya sebelum mereka menjadi aktif secara seksual. Dan informasi perlu ditekankan secara teratur dan konstrukstif, baik di dalam maupun di luar kelas. Diperlukan sebuah pendidikan dasar dengan kualitas yang baik bagi semua anak, pengetahuan yang berguna tentang seksualitas dan HIV (Anonimous, 2002 : 26).
Banyak orang dewasa takut bahwa dengan menginformasikan kepada para remaja yang masih muda mengenai seks dan mengajari mereka bagaimana melindungi diri mereka akan membuat para remaja ini menjadi aktif secara seksual. Namun sebuah tinjauan pada lebih dari 50 program pendidikan seks di seluruh dunia menemukan bahwa anak muda cenderung menunda aktivitas seksual mereka ketika mereka diberikan informasi yang benar mengenai seks dan kesehatan reproduksi. Dan ketika mereka mulai melakukan hubungan seksual, mereka cenderung melindungi diri mereka terhadap IMS, termasuk HIV (Anonimous, 2002 : 26 ).
Melihat kondisi inilah umumnya banyak remaja memiliki pengetahuan yang terkadang menjerumuskan diri mereka sendiri, dimana pada saat bersamaan mereka tidak dapat mengambil sikap dari pergaulan yang mereka jalani sendiri. Dari latar belakang  diatas maka kelompok tertarik untuk membahas tentang Penyakit HIV/AIDS.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah maka yang menjadi masalah di atas adalah penyakit menular seksual khususnya terhadap penyakit HIV/AIDS.

C.    Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui “Gambaran pengetahuan dan sikap remaja terhadap penyakit HIV/AIDS pada siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Langsa, Kota Langsa Tahun 2009”.

D.    Manfaat Penulisan
Yaitu untuk dapat menambah ilmu serta wawasan dalam penulisan makalah dan masukan kepada teman-teman terhadap pentingnya akan informasi penyakit HIV/AIDS




BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A.    Definisi HIV/AIDS
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun. Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek biasa (BKKBN, 2005).
AIDS yang merupakan singkatan dari Accuirred Immune Deficiency Sindrome adalah suatu sindrom “serbuan” penyakit-penyakit terhadap tubuh akibat menurunnya sistem kekebalan. (BKKBN.2007). Dan yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus HIV dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV. Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS (BKKBN, 2005).

B.     Penyebab HIV/AIDS
HIV atau dikenal sebagai virus penyebab AIDS yang terdapat pada seluruh cairan tubuh manusia tetapi yang bisa menular terdapat pada sperma (air mani), darah dan cairan vagina. Dengan demikian cara-cara penularannya adalah sebagai berikut :
1.   Berganti-ganti pasangan seksual atau berhubungan dengan orang yang positif terinfeksi virus HIV.
2.   Pemakai jarum suntik bekas orang yang terinfeksi virus HIV.
3.   Menerima tranfusi darah yang tercemar HIV.
4.   Ibu hamil yang terinfeksi virus HIV akan menularkannya ke bayi dalam kandungannya (BKKBN, 2007).
Adapun penularan HIV/AIDS diantaranya adalah Abu Al-Ghifari (2004) sebagai berikut :
  1. Hubungan kelamin kontak seksual dengan gonta ganti mitra seks baik homo seks, biseks, ataupun heteroseksual merupakan cara yang paling rawan tertular AIDS.
  2. Transfusi Darah yaitu merupakan proses pemindahan darah atau komponen orang sehat yang memenuhi syarat kepada orang sakit.
  3. Alat-alat medis yang sering digunakan dan diduga rawan virus AIDS jika tidak steril adalah jarum suntik, tatto, akupuntur dan alat operasi.
  4. Ibu hamil yang merupakan penularan AIDS yang dilakukan melalui anak yang dikandungnya yang dilakukan melalui kegiatan amoral atau lewat transfusi maupun alat medis.
  5. Cairan tubuh adalah semen (air mani), serviks (cairan vagina), darah, air liur, air mata, keringat, dan air susu ibu.
  6. Donor organ (transplantasi) yaitu pemindahan jaringan atau organ.

C.    Tanda dan Gejala HIV/AIDS
Adapun tanda atau gejala terkena HIV/AIDS yaitu penderita sering kali merasa sehat dan dari luar tampak sehat. Sering kali 3-4 tahun penderita tidak memperlihatkan gejala yang khas. Sesudahnya tahun ke 5 atau 6 timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan di mulut dan terjadi pembengkakan di daerah kelenjar getah bening (BKKBN, 2007).
Menurut BAI (Badan AIDS Indonesia) mengemukakan sebuah penelitian pada sekelompok laki-laki homoseksual dari Sanfrancisco, menunjukkan bahwa jangka waktu rata-rata (mean) setelah timbulnya antibody terhadap HIV sampai dengan timbulnya gejala AIDS adalah 8-9 tahun, sedangkan jangka waktu paling sering (median) adalah antara 7 sampai 10 tahun (Abu Al-Ghifari, 2004).
Tetapi gejala-gejala AIDS baru bisa dilihat pada seseorang yang tertular HIV yaitu sesudah masa inkubasi. Masa inkubasi terdiri dari empat tahap, yaitu :
  1. Tahap ke 1 : HIV
Infeksi dimulai dengan masuknya HIV kedalam aliran darah dan terjadinya perubahan Aerologic yang disebut dengan masa jendela atau window periode. Lama window periode ini berkisar antara 1-6 bulan.  
  1. Tahap ke 2 : Asimtomatik
Asimtomatik adalah Suatu keadaan yang tidak menunjukkan gejala-gejala walaupun didalam tubuh seseorang sudah ada HIV yang dapat dideteksi melalui Tes. Kondisi ini berlangsung 5-10 tahun. Pada tahap ini pun seseorang yang positif tentu bisa menularkan HIV, sama dengan pada tahap pertama.
  1. Tahap ke 3 : Pembesaran Kelenjar Limfe
Tahap ini ditandai dengan pembesaran kelenjar limfe secara menetap dan merata pada bagian tubuh, yang berada tidak hanya disatu tempat.
  1. Tahap ke 4 : AIDS 
Suatu keadaan yang disertai dengan adanya penyakit yang bermacam-macam, terutama penyakit yang disebabkan oleh infeksi Aportunistik. Dan ditandai dengan kondisi seseorang yang sel T-4 pada dirinya sudah berada dibawah 200/mikroliter.

D.    Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS
Adapun tiga cara utama mencegah HIV/AIDS, yaitu :
1.      Pencegahan penularan melalui hubungan seksual dengan berprilaku seksual yang aman (dikenal dengan singkatan ”ABC”), yaitu :
a.    ”Abstinensia” Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah.
b.   ”Be faithful” setia terhadap pasangan yang sah (suami-istri).
c.    ”Condom” Menggunakan kondom (bila tidak dapat melakukan A maupun B tersebut) termasuk menggunakan kondom sebelum PMS-nya  disembuhkan.
2.      Pencegahan penularan melalui darah
a.       Skrining darah donor dan produk darah.
b.      Menggunakan alat suntik dan alat lain yang streril
c.       Penerapan kewaspadaan Universal atau Universal Infection precaution.
3.      Pencegahan penularan dari ibu ke anak.
a.       Testing dan konseling ibu hamil
b.      Pemberian obat antiretroviral bagi ibu hamil yang mengidap HIV (Depkes, 2003).
Adapun pencegahan HIV/AIDS secara umum diantaranya adalah :
  1. Tidak berganti-ganti pasangan, dan menghindari hubungan seksual di luar nikah
  2. Mengunakan kondom, terutama kelompok resiko tinggi seperti pekerja seks komersial.
  3. Sedapat mungkin menghindari transfusi darah yang tak jelas asalnya
  4. Menggunakan alat-alat medis dan non medis yang terjamin steril (BKKBN, 2007).







BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome, suatu penyakit yang membuat tubuh sulit mencegah terjadinya infeksi penyakit. Virus Human Immunodeficiency (HIV), yang menyebabkan terjadinya penurunan kekebalan tubuh pada manusia, menyebabkan AIDS dengan menginfeksi dan merusak sebagian dari kekebalan tubuh terhadap penyakit, misalnya sel-sel darah putih yang dikenal dengan nama limfosit (tipe sel darah putih dalam sistem kekebalan tubuh yang berguna untuk menahan serbuan kuman penyakit).
HIV dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh dari seseorang yang telah terinfeksi dengan virus. Kontak tersebut umumnya terjadi karena penggunaan jarum suntik bersama atau hubungan seks tanpa pelindung dengan seseorang yang telah terinfeksi virus. Seorang bayi dapat tertular HIV dari ibu yang terinfeksi.
Meskipun ada obat untuk perawatan penderita HIV dan AIDS, tidak ada vaksin atau obat untuk menyembuhkannya. Akan tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu dengan pencegahan.

B.     Saran
Diharapkan untuk dapat menambah wawasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan penyakit HIV/AIDS, Agar dapat meningkatkan kesadaran diri untuk mencari informasi tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) maupun HIV/AIDS agar kejadian HIV/ AIDS terutama dikalangan remaja dapat diturunkan/dikurangi. Dan untuk meningkatkan lagi pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS yaitu dengan mengikuti seminar-seminar kesehatan, membaca buku tentang PMS (Penyakit Menular Seksual), dan media informasi lainnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti : pergaulan bebas, kehamilan diluar nikah, pasangan tidak bertanggung jawab, dan PMS (Penyakit Menular Seksual).
































TANDA-TANDA PENYAKIT HIV/AIDS
















































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar